Rabu, 12 September 2018
Selasa, 02 Januari 2018
Kota Asing
Langkahku semakin kaku, bibirkupun semakin kelu…
Entah apa yang aku rasakan sekarang, entah…
Akupun tak tahu…
Perlahan kakiku melangkah, mencari jalan keluar akan permasalahan yang saat ini aku hadapi, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka masalah ini harus segera dicarikan jalan keluar.
Mulai kubalas chat ini satu per satu…
Aku tahu semua kebohongan dia, tetapi aku tak ingin semua tambah kacau, yang aku mau satu…
Cukup tahu dan aku tidak akan meneruskan hubungan itu kembali.
Hari berganti hari, detik, menit, jam yang menemani…
Kali ini aku mulai berfikir, apa yang bisa aku lakukan untuk saat ini..??
Sementara aku mulai menjalani semuanya seolah seorang diri…
Secara tidak sengaja aku menemukan apa yang aku cari, dengan berbagai cara mencoba mencuri perhatiannya_
Tetap saja, dia bukan orang yang aku kenal sebelumnya, bahkan aku mulai mendekatinya melalui orang-orang yang dekat dengannya kujadikan sebagai alat agar aku bisa mendekatinya.
Kala itu salah satu temannya bernama Audi, dengan peres-peres gitu aku mulai mendekatinya_
Dan kau tahu, niat burukku muncul kala itu…
Aku mendekatinya hanya karena aku ingin lebih dekat dan lebih banyak mendapatkan informasi tentang dia. Perkenalan kami berjalan seperti apa adanya perkenalan sebagai seorang teman yang menjelma menjadi persahabatan.
Entah apa yang masih ada dalam otakku kala itu, yang jelas bukan Audi yang aku mau…
aku menginginkan Fashar_
Suatu ketika aku dan Audi berjanji untuk bertemu, aku tak tahu apa yang dia rasakan_ yang aku tahu kala itu aku begitu bahagia ketika aku tahu kita sudah ada rencana untuk berlibur bersama. Dan pastinya aku bisa bertemu dengan seseorang yang sudah aku nantikan kehadirannya.
Sesampainya di Bandara, Audi menjemputku…
Dengan wajah yang penuh dengan senyuman dia mempersilahkan aku masuk ke dalam mobilnya, dibawanya aku menuju hotel yang sudah aku pesan. Sesekali aku masih merasa jika aku ini orang yang sangat jahat. Sampai akhirnya ketika berada di kamar hotel aku mulai berbicara kepadanya.
“maafkan aku yang dari awal perkenalan kita, aku menyembunyikan sebuah rahasia,”
Akupun menceritakan apa yang telah terjadi,
Bersyukur dia mengerti dan memahami apa yang aku rasakan, terimakasih sahabatku…
Mungkin aku tak mampu membalas kebaikanmu, hanya berdoa semoga Tuhan membalasnya.
Tak membutuhkan waktu lama aku diajaknya berlari, menuju ke sebuah tempat yang sangat asing bagiku…
Disana aku melihat seorang pemuda sedang berpesta, menari dan berdansa bersama kawan-kawannya…
“lihatlah, dia adalah orang yang engkau cari, apakah dia sesuai dengan apa yang kau bayangkan..??” tanyanya perlahan.
Dengan santainya Audi memanggil temannya itu,
“hay Dr. Fashar, Can I speak with you..??”
Dengan segera pemuda itu menemui Audi…
Ada apa..??
Siapa ini..?? sepertinya mukanya tak asing…
Dulu kau pernah menceritakan sesuatu kepadaku bukan..??
Seperti kisah FTV atau drama korea..???
Pemuda itu tertawa dan meninggalkan kami berdua…
Saat itu, aku ingin berlari…
Aku hanya meminta kepada Audi untuk mengantarkanku menuju hotel, aku sudah tak ingin berada di tempat itu…
“Bukan dia, bukan dia sosok yang aku cari….”
“Bukan dia…”
Aku terus menutup telingaku, bahkan aku mencoba untuk menutup semua indraku….
sesampainya di kamar hotel Audi memberiku segelas air putih...
"tenanglah, terkadang yang seperti ini perlu karena kita akan naik tingkat menjadi lebih setrong bukan," celotehnya sambil meledek.
sekarang kau beristirahatlah...
aku akan pergi sebentar dan akan kembali petang nanti, setelah itu akan ku ajak kau berkeliling menikmati indahnya malam kota manado...
selamat beristirahat cewe bawel...
seketika itu Audi pergi meninggalkanku di kamar hotel.
ternyata di tempat lain Audi kembali menemui Fashar...
entah apa yang akan dia lakukan...
"ada yang mau gue omongin sama loe, boleh duduk sebentar.???", sapanya dengan nada sangat halus...
ada sebuah kisah tentang seorang gadis,
gadis itu tiba2 jatuh hati pada sesosok pemuda...
sudah berulang kali diyakinkannya jika pemuda itu hanya ada di alam mimpi...
tapi dia tetep bersikeras...
dan akhirnya di datang ke kota ini...
membawa tumpukan harapan, membawa jutaan asa...
apakah kau tak ingin menyapanya sekalipun..??? andai kau tahu, aku mencoba mendekatinya sudah sejak pertama kita berkenalan...
dia baik, lucu, pintar bahkan cerdas...
saya yakin kau akan menerima sebagai anugrah terindah...
baca ini...
lalu renungkan...
besok jam 10.00 akan aku tinggalkan dia di bandara...
pesawatnya terbang jam 15.00...
gunakan waktu itu sebaik mungkin atau kau akan kehilangan dia selamanya...
atau aku yang akan menggoyak hatinya...
sahabatku...
setelah itu Audi pergi dan kembali ke hotel tempatku menginap...
dear my thief of heart
aku tahu, apa yang aku rasakan mungkin sebuah kesalahan...
mungkin terlalu berani ketika aku beranggapan jika dia adalah sosok yang selama ini aku kenal...
dia adalah sosok yang selama ini membagikan senyumannya untukku...
padahal aku tahu...
bukan dia, bahkan bukan dia yang selama ini ada mengisi waktuku dengan canda, tawa, tingkah dan lakunya...
andai...
andai aku ini diberikan kesempatan,
sudilah kiranya kau menggenggam tanganku,
kita berlari dan bermain bersama...
kita berbagi canda dan juga tawa...
jika engkau adalah langit,
aku ingin menjadi embun...
miris memang...
jangankan untuk menggapaimu...
untuk memandangmu saja aku begitu kelu...
ditambah lagi dengan sang raja yang selalu melindungimu...
hanya ada satu cara untuk menggapaimu...
ku biarkan sang raja mengambil tubuhku perlahan...
kunikmati setiap pejalanan dan perjuangan...
apapun yang terjadi...
hanya itu yang mampu aku lalui...
tapi ingat,
aku tak ingin langitku bersedih...
aku ingin langitku selalu menjadi raja...
aku ingin langitku selalu gagah dan indah...
tetaplah menjadi langitku yang kuat...
langitku yang hebat, dan langitku yang perkasa..
with love
Setidaknya aku masih ingin menikmati suasana di kota ini, kota yang tak pernah terbayangkan sebelumnya mengapa aku sampai menginjakan kakiku....
sekitar pukul 10.00 aku memasuki sebuah halaman masjid, dengan mata yang masih berkaca kaca aku mencoba menghampiri sebuah loket penitipan barang. Disana terlihat seorang ibu separuh baya, matanya bersinar bibirnya ramah dengan senyuman....
aku menitipkan beberapa barang bawaanku sebelum aku masuk ke dalam masjid, tiba-tiba terlontar pertanyaan "kamu bukan orang sini nak?, tanya ibu itu pelan. akupun menjawabnya dengan suara serak hasil tangis dan mata yang berkaca, "mohon maaf sebelumnya ibu, saya memang bukan orang sini. pesawat saya berangkat nanti pukul 15.00, sementara bolehkah saya menitipkan beberapa barang bawaan saya agar saya bisa berkeliling kota ini walau sejenak?". sang ibu hanya tersenyum dan menerima barang titipan itu.
sebelum melanjutkan perjalan berkeliling kota, aku memasuki tempat wudhu, kubasuh muka dengan mata yang berkaca itu. ku tuntun hatiku menghadap Illahi Rabbi, sesekali air mataku masih menetes, entah dengan alasan apa aku sampai di tempat ini...
yang jelas aku percaya, Tuhan selalu punya rencana dibalik sebuah peristiwa...
setelah selesai ku coba langkahkan kakiku...
menyelusuri setiap sudut kota ini, belajar bercengkrama dan berusaha menghibur hati...
tak jauh dari masjid dekat bandara aku melihat sebuah toko bunga kecil dengan berbagai kembang yang menyebarkan keharumannya....
aku memasukinya dan mengambil salah satu rangkaian bunga tulip berwarna putih dengan kombinasi mawar kecil berwarna merah dipadu dengan hijaunya dedaunan bak anyelir...
"berapa harga untuk satu buket ini?", tanyaku kepada bapak penjual bunga...
belum sempat pertanyaan itu terjawab tiba-tiba seorang pemuda memberikan uang kepada bapak tersebut, kemudian sedikit menarik tanganku...
membiarkan bunga itu tetap dalam genggaman...
dibukakannya pintu mobil dan di tutupnya kembali...
mobil itu berjalan dengan kencang dan akhirnya terhenti di pinggir sebuah danau...
sempat memberontak akhirnya akupun terdiam...
tak sempat mengeluarkan kata,
pemuda itu mulai bertanya....
"untuk apa kau datang ke kota ini?, siapa yang akan kau temui?," nadanya sedikit tinggi...
bahkan membuatku merasa takut...
ini pertemuanku untuk kedua kalinya, dan wajahnya memang tak asing bagiku...
"maaf jika kau tak berkenan dengan kedatanganku, percayalah setelah hari ini akan ku tinggalkan kota ini dan berjanji untuk tidak kembali, sekarang biarkan aku turun dan aku akan kembali ke kotaku." mataku tak mampu memandang, air matapun semakin berlinang.
dengan lantangnya dia berkata,…
"yang saya tanyakan tadi belum kau jawab, kau tidak akan aku lepaskan sebelum kau menjawab semua pertanyaan saya." saya rasa kau mengerti dan paham.
"aku tak tahu kenapa aku datang ke kota ini, kota asing yang memanggilku begitu saja, sebuah kota yang mengabarkan kepadaku jika ada seseorang yang selama ini aku nanti dan aku cari,
dan benar dia memang disini,
tetapi aku harus tahu...
ini bukan hanya dunia impianku...
ada orang lain yang bermain dan bermimpi di dunia ini...
sekarang aku sadar dan aku paham...
tidak semua kehendak dan keinginanku harus terwujud...
sekarang biarkan aku kembali ke kotaku...
aku akan berjanji untuk menepati semua janjiku, janji untuk tidak kembali ke kota ini dan mengubur semua anggan yang pernah ada…
tiba-tiba pemuda itu menjulurkan tangannya dan berkata,
"kembalilah ke kotamu, jagalah dirimu dengan baik diperjalanan, jangan pernah pikirkan apa yang terjadi…
Lupakanlah….
dan yang harus kau ingat aku akan menyusulmu sebelum bunga ini layu, percayalah....
tanpa bisa membalas kata, aku terdiam bahkan masih meneteskan air mata….
Dengan segera dia memutar balik mobil tadii...
dia mengembalikanku ke tempat asal...
"jika kau ingin kembali ke kota ini, tunggulah aku yang menjemputmu...
sekarang kembalilah kau ke kotamu, usap air mata itu dan tersenyumlah...
ku titipkan kau kepada bunga yang telah engkau pilih...
inshaAllah kita berjumpa lagi sebelum bunga itu layu..."
save flight...
Tuhan akan selalu menjagamu dan pasti akan menjagaku...
Air mata yang terus berlinang, perlahan tanganku bergerak…
Meraih tangannya, walau dia tak meminta…
Kali ini aku memeluknya…
Benar-benar memeluknya…
“Terimakasih untuk kisahku di kota ini, kota asing yang membuatku tak pernah terasing.”
Kota istimewa yang membantuku menemukan belahan hati…
Terimakasih untuk semuanya,
Akan ku tagih janjimu jika bunga ini layu sementara kau belum menemuiku…
Aku mencintaimu….